Dibalik Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Kuat

Dibalik Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Kuat.

Teman Sehat pasti ingat deh, kata bijak berbahasa Yunani
Mens Sana in Corpore Sano, yang artinya jiwa yang sehat atau kuat berasal dari tubuh yang sehat, atau di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Tapi, ada juga pendapat bahwa jiwa yang sehat melahirkan tubuh yang sehat.

Jiwa punya beberapa makna teman sehat. Salah satu makna jiwa dalam Kamus Bahasa Indonesia, seluruh kehidupan batin manusia yang terdiri dari perasaan, pikiran, angan-angan, dan sebagainya. Jiwa berarti juga komponen non-jasmani atau non-fisik manusia. Apapun definisi tentang jiwa, pikiran merupakan salah satu komponennya.

Tubuh sehat jiwa sehat

Foto: Unsplash.com

Ngga ada catatan sejarah yang memastikan dari siapa kata bijak
Mens Sana in Corpore Sano
ini berasal di zaman Yunani kuno. Besar kemungkinan menurut  Young, kata bijak ini berasal dari Plato yang seorang atlit terkenal di zamannya dan  juga filosuf terkenal dari Yunani. Plato lah, yang memunculkan pemikiran bahwa fisik tubuh dan pikiran (jiwa) perlu dibangun bersama secara seimbang.

Berbagai upaya dalam mewujudkan fisik yang sehat akan berdampak baik pada jiwa atau komponen non-fisik dalam tubuh manusia, termasuk pikiran dan emosi. Banyak studi yang telah membuktikan bahwa olahraga yang teratur meningkatkan kinerja otak. Kinerja otak ini meningkat baik karena aliran oksigen dan zat gizi yang optimal dibawa darah ke otak, maupun karena peningkatan produksi sejenis molekul protein di otak yang berperan penting dalam proses mengingat dan memperlambat keausan sel otak, yang disebut
Brain-Derived Neurotrophic Factor
– BDNF. Ini berarti olahraga yang menyehatkan jasmani juga menyehatkan pikiran.

Kebiasaan olahraga juga terbukti menyeimbangkan area kognitif yang menyebakan seseorang berpikir lebih jernih dan ngga emosional. Kebiasaan olahraga juga meminimalkan kegelisahan dan mengurangi stress emosional. mengurangi kegelisahan sehingga mengurangi stres. Olahraga yang menyehatkan jasmani juga dapat meransang produksi  endorfin, sejenis hormon yang menimbulkan rasa senang dan mengurangi rasa sakit. Orang yang biasa berolahraga  merasa lebih nyaman dan membahagiakan suasana hati dibanding orang yang ngga berolahraga. Ini berarti olahraga juga menyehatkan mental dan perasaan sebagai bagian dari jiwa.

Pengaruh pikiran positif

jiwa sehat tubuh sehat
Foto: Pexels.com

Hal sebaliknya juga terjadi, yaitu jiwa yang sehat akan turut mewujudkan jasmani atau fisik tubuh yang sehat. Pikiran dan emosi negatif bisa mengganggu respon imun, kemudian dapat mempengaruhi perilaku manusia dan kesehatan fisiknya sebagaimana yang dibuktikan oleh Glaser dan Kiecolt-Glaser di tahun 2005, serta Dantzer di tahun 2008.

Orang yang berpikiran positif dan optimis cenderung akan mendapatkan hasil yang lebih baik, sedangkan orang yang pesimis cenderung mendapatkan hasil yang ngga menguntungkan bahkan menyakitkan. Sebaliknya stres psikologis berdampak buruk kepada sistem kekebalan tubuh, seperti tubuh tak berdaya malawan kuman penyakit,  termasuk memperlama proses inflamasi dan memperlambat penyembuhan luka atau sakit.

Jiwa sehat, tubuh sehat

Terkait dengan hal ini, Teman Sehat mungkin masih ingat kata bijak filosuf Islam yang dijuluki sebagai Bapak Kedokteran Islam yaitu Ibnu Sina sejak berabad lalu. Menurut Ibnu Sina “Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan  kesabaran adalah awal dari kesembuhan”.  Ini berarti bila pikiran dan emosi ngga sehat maka fisik tubuh juga akan sakit, atau sebaliknya.

Hal ini mengingatkan penulis pada salah satu ajaran Muhammad Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukahri dan Muslim bahwa Tuhan Allah berfirman “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku”. Ini mengandung makna yang sangat mendalam.

Tuhan akan selalu bersama hamba yang mengingatNya, Tuhan selalu melindungi hamba yang bersamaNya, Tuhan bersama pikiran, perasaan, harapan dan doa hambaNya. Jadi bila kamu berpikiran positif tentu akan diberikan hal yang positif pula.

Kesehatan jiwa yang baik adalah kondisi ketika batin berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kamu untuk menikmati kesehatan fisik dan kehidupan sehari-hari serta menghargai orang lain di sekitar.

Nah Teman Sehat, kedua komponen tubuh – fisik dan non fisik, perlu kamu jaga kesehatannya. Gangguan Kesehatan pada salah satu bagian dapat mengganggu bagian yang lain. Sebaliknya Kesehatan disalah satu bagian turut membantu menyehatkan bagian lainnya. Semoga kita terinspirasi dan mampu mewujudkan sehat lahir dan batin. Amiin.

(Prof Dr Hardinsyah MS, Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB dan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia)

Referensi

Dantzer R, O’Connor JC, Freund GG, Johnson RW, Kelley KW. 2008. From inflammation to sickness and depression: when the immune system subjugates the brain. Nat Rev Neurosci nine:46–56

Glaser R, Kiecolt-Glaser JK. 2005. Stress-induced immune dysfunction: implications for wellness. Nat Rev Immunol 5:243–251

Hernández, MC. 1986. Averroës and Maimonides, Philosophers of Al-Andalus. UNESCO

Piotrowicz, Z et al. 2020. Do-Induced Elevated BDNF Level Does Non Prevent Cognitive Impairment Due to Acute Exposure to Moderate Hypoxia in Well-Trained Athletes International. Journal of Molecular Sciences, 202021, 5569; doi:ten.3390/ijms21155569

Seiler A, Fagundes CP, Christian LM. 2019. The Touch on of Everyday Stressors on the Allowed System and Health. Stress Challenges and Immunity in Infinite pp 71-92. Online access: https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-iii-030-16996-1_6

Yahya, B. Allah Mengabulkan Sesuai dengan Prasangka Hambanya – Hikmah Buya Yahya. https://world wide web.youtube.com/watch?five=Ou-Ux8FANlo

Young, DC. Mens Sana in Corpore Sano? Body and Listen in Ancient Greece. The International Journal of the History of Sport, 2005; 22 (1): 22–41

Dibalik Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Kuat

Source: https://linisehat.com/tubuh-sehat-jiwa-sehat-jiwa-sehat-tubuh-sehat/

Artikel Terkait

Leave a Comment